Pada Titik Temu

Celengan Ayam jago yang telah dikumpulkan selama setahun ini masih tersimpan dilemari. Volume celengan telah melebihi kapasitas awalnya. Terlihat kertas-kertas tersembul dari lubang kecil yang berada di pungguk ayam merah itu. Munip tinggal pada dimensi ruang yang sempit. Rumah kayu menyerupai jajargenjang karena faktor masa. Hanya terdiri dua ruangan, kamar dan dapur. Mirip kontrakan, bedanya lahan tanah seluas 15 M x 25 M itu adalah miliknya yang merupakan warisan dari ayahnya. Semua harta telah dibagi sama rata. Meskipun dia mempunyai tanah yang lumayan luas, namun dia belum terpikir untuk menambah bangunan ataupun memperbesar ukuran rumah. Kesehariannya, ia bekerja sebagai buruh lepas. Meskipun nilai gajinya tidak lebih dari enam digit, dia masih bisa menyisihkan hasil keringatnya keayam jago.

Continue reading “Pada Titik Temu”