Secangkir Teh Tawar

Disebuah pelataran rumah bersama fajar yang siap menyambut hari-hari dibulan Juli. Jelang matahari meninggi, kuseduh 2 cangkir teh. Kusuguhkan bersama sekotak gula merah, untukku dan seorang ia.

Aku langsung menyeruput teh tawar yang biasa diminum menjelang siang. Tidak ada rasa. Hanya seperti saja. Sesekali pekat yang mendominasi.

Continue reading “Secangkir Teh Tawar”

Sayap Kiriku yang Patah

Ini ceritaku. Cerita tentang salah satu sayap. Jika sang petinggi atau sang tuan mempunyai tangan kanan atau disebut orang kepercayaan. Aku mempunyai sayap kiriku. Karena tanpa sayap kiri Aku tidak bisa berbuat sejauh ini. Mengikuti dia pergi hingga menjadi kehidupan yang lebih baik. Maho adalah sayap kiriku. Dengan dia Aku bisa terbang sejauh ini. Bisa melihat isi Indonesia seluas ini. Darinya Aku mendapat banyak pengalaman. Pengalaman pahit lebih terkenang dihatiku ketika merantau di kota orang tanpa biaya yang cukup.

Continue reading “Sayap Kiriku yang Patah”