Home

Selamat Terjebak Di Ruang Aksara!

Koridor yang sama

Apakah masih berada dikoridor yang sama sejak dihembuskannya “kehidupan” dari rahim ibumu? Semoga masih sama. Meski ditengah perjalanan, kau pernah berada dipersimpangan jalan. Atau pernah menuju arah yang salah, lalu melalui perantara orang dan dibalik do’a do’a para ibu Tuan temukan kembali jalan pulang.

Konsekuensi dari Keputusan

Setelah beberapa tahun terakhir tidak merasakan cemburu dan patah hati karena manusia, akhirnya saya bisa merasakan lagi. Bukan perihal cinta. Lebih condong kepada patah hati karena pemikiran dan kebijakan yang dikeluarkan. Meskipun semua kebijakan keluar dari pemikiran manusia. Apakah sama dengan patah hati karena manusia? Entahlah. Seperti yang dikatakan oleh Sahabat, Ali bin Abi Thalib; …

Continue reading Konsekuensi dari Keputusan

Amarah Membawa Petaka

Betapa banyak orang yang ditemui diperjalanan adalah tentang pelajaran. Kamu bisa mengambil yang baik dan buang yang buruknya. Atau kalau sudah pernah ikut yang buruk, perlahan bisa memulai awal yang baru. Banyak belajar juga lebih baik. Manusia dengan segala rasa hak diri tak perlu beralasan bahwa ini adalah kita yang khilaf. Ketika emosi sudah menyebar …

Continue reading Amarah Membawa Petaka

Saudara Se-Iman

Pernah tidak kalian bertemu seseorang yang baru dikenal, namun pertemuan itu langsung akrab dan seperti seseorang yang sudah kenal lama. “Masyaa Allah, Thank you so much sister. I hope we can be friend until jannah” Begitulah kira-kira balasan percakapan saya dengan Selima, seorang mualaf dari Belanda, kepada saya yang kebetulan bertemu di Masjid Istiqlal. Pertemuan …

Continue reading Saudara Se-Iman

Prosa Kamis Sore

Sejak pertemuan terakhir, aku masih merindukan disetiap matahari merah yang hampir tenggelam. Sedikit lagi tergelincir dengan semburat jingga, itu yang aku suka. Kujejerkan kursi-kursi pantai bersama cangkir kopi, nikmati saja kemalasan seharian. Kau tahu? Ikan yang kutemui dipinggir pantai, itu spesies langka. Sama halnya ketika aku berusaha mencarimu. Untuk sebuah nama yang masing mengarung dilaut …

Continue reading Prosa Kamis Sore

Dirgahayu Indonesiaku

Hari ini. Pukul 10.00 WIB. Sekitar 75 tahun yang lalu, proklamasi dibacakan oleh Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta sebagai tanda merdekanya Indonesia dari penjajah. Sebuah Aktualisasi diri untuk terlepas dari belenggu penjajah yang berabad-abad lamanya. Ini sudah kali ke-75, pembacaan itu disimbolisasi dengan upacara kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. …

Continue reading Dirgahayu Indonesiaku

Mungkin Ada Yang Lain

Kepada diri, apa tujuanmu menikah? Jika menikah hanya untuk bahagia, bisa dipastikan itu salah besar. Jika hanya untuk bahagia, para single pun juga bisa. Jika menikah hanya untuk mencari pendamping hidup agar tidak kesepian, pergi kepasar juga ramai. Coba cek dulu, niat itu sudah benar belum? Perkara menikah bukanlah sesederhana itu saja. Ini masih langkah …

Continue reading Mungkin Ada Yang Lain

Belajar Lagi

Kau tahu? Semakin kita menua, ternyata kita belajar banyak dari orang sekitar kita. Dari orang tua, keluarga, teman, rekan kerja di kantor, dari orang yang kita temui kemarin sore, mungkin juga– dari rival, dari banyak hal yang selama ini mungkin tak pernah kita dapatkan di sekolah. Selama ini, aku pikir aku sudah tahu apa itu …

Continue reading Belajar Lagi

Terjebak Rasa

Meredamkan riuh pada jajaran laut. Berharap samaranku kali ini berhasil menjadi rumput. Sengaja membiarkan kaki tidak rapi terlipat yang mulai menghentikan kerjanya aliran oksigen. Ah, sedikit lega. Sebuah ransel coklat pekat dengan kancing besinya disisi kanan-kiri. Kutaruh kepala ke ransel menghindari ranjaunya. Semua jatuh tersungkur ditanah rata dibawah lampu jalan. Seperti itulah, kepusinganku saat ini …

Continue reading Terjebak Rasa

Diperbatasan Senja

Dan apakah kamu tahu, mengapa Allah menciptakan horizon sebagai garis tak bertepi? Itu karena Allah ingin kita semua memahami, bahwa pengampunan dan kasih sayang-Nya amatlah luas tak bertepi. Lebih luas dari batas sepahaman kita. Lebih luas dari batas kita untuk dapat mengerti. Lebih luas lagi dari putaran kehidupan kita nanti. Juga hikmah ketika menjelang petang …

Continue reading Diperbatasan Senja

Kepada Senja yang tak Berujung

Setelah hari ke-30, writing challenge selesai. Iya. Tantangannya hanya sampai hari ke-30. Sama dengan pertemuan singkatnya dengan Reno. Kini, Arin hanya bisa duduk membuang pandangan jauh diperbatasan siang dan malam itu. Sejauh Reno pergi meninggalkan kenangan semu. “Ah, andai saja aku tak mempercayakan rasa bahagiaku sedikit padanya”, Keluh Arin.

Loading…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.