Saling Jatuh

Tidak ada jatuh yang lebih indah kecuali jatuh cinta. Namun, beberapa dari kisah jatuh cinta mereka ada yang berakhir pada kekecewaan. Semestinya kita berhak menempatkan diri kepada siapa hati kita jatuh. Karena ketika kita sudah siap untuk jatuh cinta, itu berarti kita sudah lebih dulu siap untuk patah. Jatuh cinta adalah tentang kepada siapa kita bersedia patah hati dan menerima patahan itu.

Jatuh cinta adalah tentang kepada siapa kita bersedia patah hati dan menerima patahan itu.

Perihal jatuh memang ada yang datang diawal maupun diakhir. Iya. Memang sama sama jatuh. Tapi satunya Jatuh cinta, sedangkan lainnya jatuh karena cinta. Terkadang, memang ada pertemuan yang sengaja diciptakan hanya sekedar untuk menyambut perpisahan. Semua bisa berakhir, semua orang berubah. Dan kamu tahu apa? Hidup akan terus berjalan. Aku lega. Sebab, perkara jatuh sering kali menyadarkan seseorang atas ketidaktahuannya dalam mendidik hati. Terlalu lancang untuk mendahului takdir hati. Padahal, Allah telah kasih jalan bagaimana cara untuk menjatuhkan hati yang sebenarnya.

Patahan yang diciptakan oleh jatuh tidak bisa lepas dari sepasang insan manusia. Mereka sadar, mereka paham namun tetap ingin jatuh. Iya. Jatuh cinta. Kadang, betapa bodohnya manusia yang sengaja jatuh hanya kepada cinta. Betapa hebat perihal jatuh ini. Seringkali membuat seseorang berulang-ulang mencari jejak pecahan jatuhnya, menata lagi kepingan sisanya sampai menemukan hati yang baru untuk dirawat bersama. Hingga akhirnya kau lupa bahwa kau pernah patah bersama seorang tuan dan masih tetap bersama. Nah, disitulah kau sudah siap dan sadar bahwa kau sudah bisa menua bersamanya. Sebab, bertahannya seorang insan kepada patahan, bermakna kesiapan untuk jatuh cinta diperiode selanjutnya.

Memang, sudah saatnya tak lagi memandang jarum jam yang sudah lama berhenti berputar. Sebab, bisa jadi kita adalah setumpuk naskah yang lupa diterbitkan atau bahkan ditamatkan oleh penulisnya. Lalu, terkubur waktu hingga membuat peran utama terjebak dan mengaktifkan kembali amigdala.

2 thoughts on “Saling Jatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s