DPR adalah Impostor?

Akhir-akhir ini saya sering ngeliat game epic 2D, Among Us. Dimana ketika kita sebagai crew mate, kita akan melacak keberadaan impostor dan membuangnya. Pilihannya ada dua, impostor atau crew mate yang kalah. Masing-masing memiliki kepentingan.

Impostor adalah pejahat yang komplex karena disitu sudah lengkap semua karakter yang buruk-buruk. Mulai dari memfitnah, berbohong, me-ngeles, membunuh ditambah mengkhianati sesama impostor. Jadi, kurang jahat apalagi coba?

Kejadian di Among Us ini, saya coba menghubungkan dengan kehidupan nyata. Impostor itu benar-benar ada gak sih?

Tepat setelah berpikir konyol, dan dilalah berita sang Puan mencuat. Yang mana cara beliau berdiskusi dan memberi pendapat tidak menunjukkan sisi kemanusiaan. Atau beliau lupa jadi manusia ketika berdiskusi? Membela hak rakyat malah dihalang oleh tangannya yang tidak beretika. Barangkali karakter-karakter seperti inilah bibit impostor yang banyak tinggal di Bumi Manusia. Besoknya, semua warga, buruh dan mahasiswa turun kaki membungkam mulut para, yang katanya wakil rakyat. Iya sih, kepanjangannya Dewan perwakilan rakyat tapi kok lebih mementingkan konglomerat ya. Jelas sekali, RUU Cipta Kerja lebih menguntungkan para pengusaha dan mematikan para UMKM.

Lucunya, ketika ketok palu RUU kontroversial ini, dilakukan sama persis dengan pemilihan pilpres kemarin. Masih inget kan? iya, ketok palu ditengah malam. Sebenarnya, warga mana sih yang dengar keputusan diketok palu pada tengah malam? setan atau dedemit yang mendengar? Jangan-jangan petinggi Indonesia juga sekumpulan para impostor. Eh, itu fakta ding bukan jangan-jangan.

Kayaknya warga STM lebih layak menjadi garda terdepan untuk banyak orang, untuk warga indonesia dibandingkan yang berseragam coklat. Karena kekuasaan mereka sengaja membutakan mata hati dan pikiran. Gak ingat apa, ketika mencalonkan diri sebagai wakil rakyat mengemis-ngemis minta suara, minta kursi. Nah kok setelah dapat malah lupa diri. Sengaja memalingkan wajah. Wahai wakil rakyat, kalian itu wakil rakyat bukan wakil pejabat. Dari istilah dan harfiah saja sudah jelas-jelas membawa kepentingan orang banyak malah menyalahkan kekuasaan. Kayaknya semua karakter impostor ada semua di wakil rakyat.

Big respect untuk bapak yang di-Mute-kan oleh impostor. Salut sama Bapak yang berdebat membela hak rakyat. Sayangnya, di Toko****a belum ada yang jual mic tahan mute dari orang-orang seperti mereka. Allah menyaksikan semua kedzoliman ini. Mereka lupa bahwa pengadilan yang luar biasa adalah pengadilan Allah. Pembelaan Bapak atas hak rakyat juga akan diberi balasan yang sesuai dengan niat. Insya Allah.

Itulah kenapa kita sangat perlu memilih pemimpin yang amanah, adil dan jujur. Dewasa ini, kita sangat langka menemukan mereka dijajaran politik dan petinggi. Karena lebih banyak tersingkir atau sengaja dipaksa mundur. Karena, ketika kita sudah memilih pemimpin yang amanah, ada banyak hak-hak rakyat yang diprioritaskan.

Untuk para Crewmate yang sadar, tolong bantu hak hak rakyat. Setidaknya, dengan menyuarakan ketidakadilan itu sudah lebih dari cukup sebagai pemberat ditimbangan amal kalian kelak.

One thought on “DPR adalah Impostor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s