Mungkin Ada Yang Lain

Kepada diri, apa tujuanmu menikah?

Jika menikah hanya untuk bahagia, bisa dipastikan itu salah besar. Jika hanya untuk bahagia, para single pun juga bisa. Jika menikah hanya untuk mencari pendamping hidup agar tidak kesepian, pergi kepasar juga ramai. Coba cek dulu, niat itu sudah benar belum?

Perkara menikah bukanlah sesederhana itu saja. Ini masih langkah awal dalam memulai awal yang baru dalam sebuah kehidupan. Boleh jadi, selama ini Allah tangguhkan tujuanmu karena masih ada niat yang belum berjalan dikoridor-Nya, masih belum satu frekuensi di siaran-Nya.

Awal dari petaka adalah menggantungkan rasa bahagia pada manusia lainnya. Sebab mereka sama lemahnya. Atau meletakkannya pada peristiwa dan pencapaian. Jika lulus, jika dengan dia, jika nikah, jika punya anak, jika dapat kerja, jika punya dan jika-jika lainnya. Sebab “jika” itu tak akan ada habisnya. Tidak ada ujungnya. Berandai sama saja dengan mendahului takdir yang tercatat. Jadikan sebuah motivasi bukan sebuah sekedar ambisi berlebih. Tetap berada dijalan yang sama, tak perlu berbelok arah untuk menggapai cara yang instan. Tak perlu keluar dari koridor-Nya. Jadi, mengalir saja sampai semesta memberhentikan dimana kita akan tinggal.

Sandarkan rasa bahagia hanya pada Dzat yang telah menciptakan. Dia Maha Besar, berkuasa atas segala sesuatu. Tanpa kehendak dan izin-Nya, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Pahamilah, kita bahagia itu karena Allah yang menitipkan rasa pada diri kita, atas seizin-Nya.

Pahamilah, jika benar hatimu hanya menjadikan Allah sebagai sandaran, maka bagaimanapun dunia sangat kejam padamu, kamu akan tetap berbuat baik pada dunia, tetap ramah pada setetes dunia. Kamu tak lagi fokus pada dunia, tak lagi menjatuhkan diri pada dunia. Secukupnya saja untuk dunia, sisanya pada akhirat. Kamu tidak peduli apa kata dunia. Bagaimana mereka menilai. Yang kamu takutkan, yang kamu pedulikan hanya bagaimana Allah memandangmu. Karena standar penilaian Allah adalah satu-satunya yang berhak atas diri. Ketika hati kita sudah dititipkan pada pemilik sebenar-benarnya pemilik, maka hal lain tidak berarti apa-apa.

Jika hati masih sering dan terlalu kecewa dengan perkara-perkara dunia, kamu pantas curiga. Boleh jadi, masih ada tuhan lain di hatimu selain Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s