Bersyukur Itu Mudah

Dari tadi, bapak itu sibuk mondar-mandir didepan meja resepsionis. Dengan muka kusut dan keluhan yang terus diulang-ulang.

“Hish, gimana ini? Anakku mau sekolah tapi tidak ada uang. Sudah mengajukan pinjaman tapi belum juga cair, dan……” dengan nada tinggi

Saya pun hanya terdiam sibuk menyelesaikan laporan dan sengaja sibuk.

“Kalau tidak juga hari ini, akan saya acak-acak kantornya”

Saya pernah lihat dan barangkali pernah diposisi itu, ketika berada diposisi yang terjepit lalu berucap kata tak pantas. Orang baru dengar saja rasanya kok tidak layak diucapkan. Setelah itu apa? Masalah sudah terselesaikan atau malah menambah daftar masalah baru? Saya juga sungkan menanyakan duduk permasalahannya, sebab sayapun juga masih sebatas junior disini.

Rasanya tak pantas saja seorang berlisan seperti itu ketika berada diposisi terjepit. Sekalipun kita butuh. Biasanya juga kita mendadak berperan iba saat itu. Tapi kalau sudah marah dan ngamuk tidak jelas, yang beri pun agak sungkan dan hilang rasa empatinya. Satu hal yang saya pikir, ketika rasa marah itu terjadi, ada tunggangan lain diatas lisannya. Ada sejenis makhluk api yang membuatnya membenarkan atas sikapnya.

Benar saja, sabar dan syukur itu sangat tipis. Kalau kita sabar, pastilah syukur mengikuti. Pun sebaliknya. Ada banyak hal yang memicu amarah dari diri kita, semisal masalah keluarga, masalah ekonomi, dan masalah kantor. Semua hal bisa menjadi pemicu amarah, namun bagaimana kita bersikap, itulah yang akan menentukan. Sering-seringlah berlatih syukur, karen syukur juga termasuk salah satu bagian tersulit. Caranya?

Begini,

Mengapa ketika mengalami masalah, kita disarankan melihat “kebawah” bukan “keatas”. Kebawah, adalah bagian dari latihan rasa syukur kamu sedangkan “keatas” dijadikan sebagai motivasi kamu. Cobalah lihat, betapa banyak mereka yang kondisinya jauh dibawah kehidupan kamu. Yang hidup dijembatan, yang ditinggal orangtua ketika masih kecil, sudah bergelar yatim piatu, tidak juga menemukan pasangan dan pekerjaan, yang sampai saat ini masih pengangguran dan kondisi bawah lainnya. Namun, ketika kamu berada disalah satu kondisi itu, maka bersabarlah.