Apa Kabar Kamu di Masa Depan?

Semasa menjadi maba dulu, para senior selalu mengisi kegiatan-kegiatan yang inspiratif. Salah satunya adalah dengan mengadakan seminar tentang bagaimana memanajemen waktu antara organisasi dan kuliah, membentuk karakter yang baik, dan bagaimana menjadi entreuprenership sejak di bangku mahasiswa.

Sekarang,

Aku mengambil pena dan sebuah note yang masih setia sejak 8 tahun yang lalu menemani perjalanan panjangku. Aku memberi ceklis pada poin ke 9 sebagai tanda berhasil pada pencapaian. Tentang sebuah mimpi seorang perempuan. Dulu selalu memimpikan bisa bekerja disalah satu gedung yang berada dilantai tinggi. Jauh sebelum ini ada, ternyata aku sudah lebih dulu menulis tentang ini. Alhamdulillah. Tentang angan yang pernah tertulis adalah menjadi do’a untuk sebuah diri yang berharap.

Bukan, ini bukan cerita pencapaian.

Ketika menjadi mahasiswa baru, kegiatan sering diisi senior kalau jaman searang sering disebut influencer. Beliau berkata,

Mulai sekarang, tulislah mimpimu dalam jumlah besar. Misal, List of dream atau 100 daftar mimpi. Bermimpi tidak dosa juga tidak berbayar.

Jadi, seperti membuat daftar mimpi dan ketika tercapai kita centang pada mimpi itu. Anggap saja seperti life plan dalam 10 tahun yang akan datang. Terwujud atau tidak biarkan semua harap menyatu dengan do’a-do’amu dilangit.

Sebagai inspirator dan motivator, beliau berhasil meracuni saya untuk mengeja mimpi pada 8 tahun yang lalu. Apatah itu akan diwujudkan, wallahu a’lam. Tugas saya hanya menulis cerita yang ingin saya bangun.

Alhamdulillah, satu persatu saya mampu mencoret mimpi yang pernah ditulis pada masa itu. Itu karena Allah mudahkan. Benar saja, mimpi adalah sebagian do’a yang tertunda. Berhasil atau tidak mimpi itu sesuai dengan ikhtiar kita. Ternyata ada campur tangan Allah ketika kita menulis ratusan mimpi sejak dulu. Ada malaikat yang akan mengaminkan. Ada kita yang akan mengikhtiarkan. Semisal, kelahiran, jodoh dan maut juga sudah tercatat dilauhul mahfudz, bukan? Lalu masih pantaskah kita mengeluh? sedangkan Allah saja memberi sejuta kemudahan dibalik kesulitan. Ketika pintu satu tertutup, ada pintu lainnya yang menunggu.

Kejadian seperti itu kerap kali saya rasakan. Ketika Allah memberi kesulitan lantas kita jangan ragu karena dibaliknya tentu saja Allah sertakan juga kemudahan.

Masa ini, Aku masih mengusahakan mereka yang masih belum bisa kuceklis. Kembali, langitkan saja do’a – do’a yang sudah terpendam atau barangkali sudah mengangkasa. Perkara dijawab atau tidak, itu adalah urusan Allah.

Jadi, untuk seorang kamu nantinya aku berharap kamu tidak kaget dengan apa-apa yang aku tulis jauh sebelum pertemuan kita ada. Semoga kamu bisa membersamai langkahku dalam mencapai mereka semua. Karena, ada beberapa hal yang kutulis bukan untuk diriku sendiri, namun untuk kita.

Kebayoran Lama, 5 Januari 2020