Book Review: Begini Seharusnya Mendidik Anak

BEGINI SEHARUSNYA MENDIDIK ANAK

Judul Asli        : Kaifa Turabbi Waladan Shalihan

Penulis             : Al-Maghribi bin as-Sa’id al-maghribi

Penerjemah      : Zainal Abidin Syamsuddin, Lc

Penerbit           : Darul Kitab was SUnnah Pakistan

Halaman          : 280 Halaman

Assalamu’alaium Shalihah!

Hari ahad kebetulan lagi libur, jadi saya meluangkan waktu untuk hunting buku. Soalnya dapat referensi terbaru dari temen buku parenting yang bagus. Jadilah mampir ke pasar buku di lantai bawah pasaraya Blok M. Ternyata, disana tidak hanya jual buku buku baru juga loh tapi ada juga los yang jual buku bekas. Yah, memang tidak sebesar pasar buku bekasnya Kwitang. Tapi worth it lah dengan harga Rp. 5000 – Rp. 50.000.

Continue reading “Book Review: Begini Seharusnya Mendidik Anak”

Belajar dari Umar bin Khattab RA

Ketika mendengar Umar bin khattab Ra, yang dipikiran pasti kata Singa padang pasir, khalifah kedua, sahabat nabi, dan Al-Faruq.

Mari belajar dari Umar.

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khatab menjadi salah satu penasehatnya. Setelah Abu Bakar meninggal pada tahun 634, Umar bin khatab di tunjuk untuk menggantikan Abu Bakar sebagai khalifah ke-2 dalam sejarah Islam.

Continue reading “Belajar dari Umar bin Khattab RA”

Lanjutan: Pengalaman menjadi Volunteer di Asian Para Games 2018 #3

Yang belum baca part 1 dan 2 bisa lihat disini dan disini ya! 🙂

Seluruh volunteer yang telah diterima melakukan pelatihan yang diadakan di Universitas Nasional. Untuk batch II, diadakan pada tanggal 28-29 September 2018. Pada rangkaian pelatihan, dress code yang digunakan adalah atasan putih dan bawahan hitam. Sepertinya ruang-ruang di Universitas Nasional dipenuhi oleh Volunteer APG pada saat itu. Selama dua hari, full dengan materi persiapan menyambut event internasional ini. Saya lupa siapa saja pemateri saat itu. Pokoknya, full dari pagi sampai sore selama dua hari.

Continue reading “Lanjutan: Pengalaman menjadi Volunteer di Asian Para Games 2018 #3”

Tentang Sebuah Pertemuan

Kita hidup selalu bersanding dengan pertemuan. Pertemuan dari anak yang baru lahir kepada orangtuanya, pertemuan anak didunia sekolah, pertemuan antara insan yang saling menunggu, dan pertemuan-pertemuan lainnya. Semua pertemuan selalu dengan memulai dan mengakhiri. Tentang mengakhiri, ada banyak cerita patah disini. Mulai dari kisah akhir seorang manusia didunia, kisah akhir sepasang kisah anak muda, kisah akhir masa kerja, dan sisa kisah akhir yang bahkan lebih drama.

Namun, ada banyak juga manusia yang patah dengan sebuah pertemuan. Sebagian ada yang menyesali, sebagian lagi ada yang mensyukuri, dan sisanya lagi ada yang menunggu.

Pernahkah menyimpan pertemuan, lalu ketika dibatas akhir cerita kamu justru mengelak pisah. Ini karena kamu terlalu bergantung pada pertemuan. Terlalu meyakini bahwa semua manusia hanya dimulai dan diakhiri dengan pertemuan saja. Kamu bagian yang mana?

Bagian manapun itu, semoga hanya rasa bahagia saja yang kerap singgah. Hingga kau lupa caranya untuk mengakhiri dan hingga lupa juga bahwa kata itu ada didalam kamus kehidupan.

Selamat mengawali dan mengakhiri untuk semua pertemuan yang hadir dikehidupan selanjutnya, pun dengan banyak cara tak masalah.