Selamat Hari Ayah #Iniuntukayah

Teruntuk Ayahanda,

Seringkali engkau menimpali kekhawatiranmu dibalik senyum simpulmu. Mendadak menciptakan suara tawa dikeheningan. Aku pun ikut tertular bersama anak bungsumu. Itu dulu. Sekarang hening. Tenggelam bersama bayang yang sedari dulu tak mampu kutangkap.

Teruntuk Ayahanda,

Kau tahu apa yang paling membuatku rindu padamu? ketika aku mulai sadar bahwa ada kepribadianmu yang hadir juga di jiwa ini. Wajar, karena aku adalah anakmu. Sesekali ketika aku mulai ngoyo kerja, mendadak berhenti sebentar. Teringat bagaimana penampilanmu dulu sama persis denganku saat ini. Aku tertawa saja, mengingat bagaimana kejadian itu pernah aku alami dijaman dulu.

Teruntuk Ayahanda,

Katanya ini adalah hari ayah. Bagiku, setiap hari adalah harimu, Ayah. Duniaku tercipta melalui perantaramu oleh Tuhan. Hingga Aku tumbuh, berkembang dan merasakan nafas.

Teruntuk Ayahanda,

Kini aku paham bagaimana perasaanmu waktu itu. Waktu ketika aku mulai bisa berbicara, merangkak, berjalan hingga aku tumbuh dan berkembang. Wajar kau khawatir saat itu. Namun, ketika aku mengucapkan, “Selamat Hari Ayah”, bukan berarti aku membatasi hari tertentu untuk bisa mengenangmu lagi. Waktuku selalu luang untuk mengingatmu, dan baktiku selalu mengikuti masa akhirku.

Ayah, aku rindu.

Saling Jatuh

Tidak ada jatuh yang lebih indah kecuali jatuh cinta. Namun, beberapa dari kisah jatuh cinta mereka ada yang berakhir pada kekecewaan. Semestinya kita berhak menempatkan diri kepada siapa hati kita jatuh. Karena ketika kita sudah siap untuk jatuh cinta, itu berarti kita sudah lebih dulu siap untuk patah. Jatuh cinta adalah tentang kepada siapa kita bersedia patah hati dan menerima patahan itu.

Continue reading “Saling Jatuh”

Sudahkah meng-Evaluasi Diri?

Mari bercermin tentang apa saja kegiatan hari ini. Sambil mengingat apakah ada yang terlewatkan? apakah ada yang tidak sesuai agenda harian?

Kalau diingat-ingat, dalam buku “Awe Inspiring Us” karya Dewi Nur Aisyah terdapat beberapa halaman yang menjelaskan cara menjalankan life plan. Sepertinya, sistemnya bisa juga diterapkan dalam kehidupan. Bagaimana cara kita mengevaluasi diri, bagaimana cara kita mengevaluasi amalan-amalan harian kita? Dengan begitu, kita bisa menjadi lebih siap untuk melanjutkan kegiatan besok harinya.

Continue reading “Sudahkah meng-Evaluasi Diri?”

Penyepi

Sudah sejak lama saya sadar bahwa saya adalah seorang introvert. Bahkan sejak duduk di menengah pertama, saya lebih nyaman untuk menulis cerita pendek dan bergumul dengan tugas-tugas dari guru bahasa indonesia, Ibu Neni. Beliaulah orang yang pertama menyadarkan saya bahwa tulisan saya layak dibaca. Semenjak kata kata hasut itu, saya menjadi terjebak dalam lingkungan ke-introvert-an dan mendadak menjadi penulis cerpen fiksi. Saya tidak kesal, yang saya khawatirkan adalah saya terlalu nyaman dengan dunia itu.

Continue reading “Penyepi”